GUNUNGKIDUL – // www.RaiderNet.id // Bupati Gunungkidul melakukan kunjungan ke wilayah Kapanewon tepatnya di Padukuhan Kembang, Sumberejo, Senin, (9/2/2026)
Panen melon bersama jajaran lurah se-Kapanewon. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menekankan
pentingnya diversifikasi pertanian agar para petani tidak hanya terpaku pada satu jenis tanaman
saja seperti padi.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menjelaskan bahwa berdasarkan perbandingan hasil antara penanaman padi dan melon, komoditas melon menawarkan
keuntungan yang sangat menjanjikan. Dengan masa tanam yang relatif singkat, yakni hanya 65 hari, keuntungan yang diperoleh dinilai luar biasa dibandingkan dengan tanaman pangan tradisional “Pertanian itu tidak harus hanya menanam padi saja. Boleh hortikultura, boleh untuk perkebunan, untuk sayuran, dan
sebagainya,” ujar Bupati.
Di sisi lain, Untung selaku pemilik usaha pertanian tersebut mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tidak dicapai secara instan. Ia merintis usahanya dari skala kecil dan sempat mengalami
kegagalan yang kemudian dijadikan pembelajaran hingga mampu mengelola dua lokasi green
house saat ini.
Sistem yang digunakan adalah hidroponik NFT, yang memungkinkan penanaman dilakukan
tanpa mengenal musim, “Musim hujan pun kita bisa menanam dan insyaallah nanti bisa panen,”
jelas sang pemilik.Selain melon, Untung mengatakan sistem ini juga dapat diterapkan untuk menanam cabai dan
berbagai jenis sayur-sayuran lainnya.
“Untuk hasil produksinya sendiri, setiap satu kali masa panen dapat menghasilkan sekitar 800
kilogram hingga 1 ton melon, tergantung pada kualitas perawatannya.” kata Untung.
Adapun varietas unggulan yang ditanam adalah melon Talent dan melon Sweet Lavender, yang
bibitnya didatangkan melalui impor.
Mengenai aspek pemasaran, Untung mengungkapkan produk melon dari Sumberejo ini memiliki
jalur distribusi yang sangat baik, “Hasil panen langsung diambil untuk didistribusikan ke
supermarket di Jakarta segera setelah dipetik.” ujarnya.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya para petani
milenial, untuk berani berinovasi dan memanfaatkan teknologi pertanian modern demi
meningkatkan kesejahteraan mereka.
(Red/Sidiq koclok)

