GUNUNGKIDUL – // www.RaiderNet.id // Mendengar sejumlah operator Wisata Gua Pindul tidak memberikan kontribusi kepada Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal), Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul karena hilangnya kepercayaan terhadap lembaga tersebut yang di mana mengenai pertanggungjawabannya tidak logis serta tidak transparan, maka LSM Peduli Gunungkidul melakukan klarifikasi mendatangi para operator wisata Pindul.
Ketua LSM Peduli Gunungkidul, Suyadi menyampaikan kami mendatangi para operator Wisata Gua Pindul guna melakukan klarifikasi.
“Kami melakukan kroscek langsung kerena hal ini menyangkut anggaran, sangatlah sensitif terlebih hal ini menyangkut kesejahteraan masyarakat Bejiharjo,” tegasnya, Senin (16/2/2026).
Dirinya bersama anggota LSM Peduli Gunungkidul melakukan penggalian data dan informasi dari beberapa narasumber selaku operator wisata Gua Pindul.
Lanjutnya, kami menginput beberapa informasi berdasarkan fakta, data, serta saksi menemukan sumber permasalahannya pada Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) BUMKal Kelurahan Bejiharjo karangmojo,
“Dugaan ini bersumber dari laporan para operator Wisata Gua Pindul yang hadir di dalam pertemuan rapat Laporan Pertanggungjawaban Bumkal pada hari Jum’at (13/2/2026),” ungkap Suyadi.
Anggaran bersumber dari pendapatan wisata yang berasal dari kontribusi operator Wisata Goa Pindul tanpa ada transparansi terutama pada pengelolaan keseimbangan antara pendapatan dengan biaya operasional yang dikeluarkan oleh pihak BUMKal.
“Hal itu terasa aneh mengingat Kalurahan Bejiharjo terkenal dengan julukan Desa Wisata tidak sesui realita, sangatlah tidak masuk akal jika keuntungan yang diperoleh BUMKal selama satu tahun hanya senilai Rp10 juta sedangkan 40% merupakan PAD Kelurahan Bejiharjo atau sebesar Rp4 juta dalam satu tahun,”
“Di sinilah yang akhirnya menjadikan pemicu masalah, kenapa para operator wisata sehingga bersepakat untuk menghentikan kontribusinya kepada pihak BUMKal, akan kontribusi pengelola wisata akan langsung diberikan kepada Pemerintah kelurahan Bejiharjo senilai Rp 5.000 per tiket pengunjung.” terang Suyadi.
Pasca hasil dari klarifikasi akhirnya LSM Peduli Gunungkidul akan melakukan langkah yang sudah disiapkan, akan menyampaikan perihal ini kepada pihak pemerintah kalurahan Bejiharjo selanjutnya kepada pihak instansi yang berwenang untuk melakukan audit supaya lebih jelas.
(Red/BK)

