GUNUNGKIDUL – // www.RaiderNet.id // Pengalaman selama 32 tahun mengabdi sebagai pamong kalurahan menjadi modal Lasimin untuk maju dalam kontestasi Pemilihan Lurah Kalitekuk, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul.
Bagi Lasimin, pencalonan sebagai lurah bukan semata-mata tentang mengejar sebuah jabatan. Lebih dari itu, langkah tersebut menjadi bagian dari keinginannya untuk meneruskan pengabdian kepada masyarakat yang selama puluhan tahun telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.
Selama lebih dari tiga dekade menjadi pamong, Lasimin mengaku telah melewati berbagai dinamika pemerintahan sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat. Pengalaman tersebut membuatnya semakin mengenal karakter warga, memahami kebutuhan pembangunan, serta melihat berbagai persoalan yang berkembang di Kalurahan Kalitekuk.
“Selama 32 tahun saya mengabdi sebagai pamong. Banyak dinamika yang saya lalui dan banyak hal yang saya pelajari. Dari perjalanan itu saya semakin memahami bagaimana kondisi dan kebutuhan masyarakat Kalitekuk,” ujar Lasimin.
Menurutnya, pengalaman panjang tersebut bukan untuk dijadikan alasan merasa paling unggul dibandingkan calon lainnya. Namun, pengalaman itu menjadi bekal yang ingin ia tawarkan kepada masyarakat apabila nantinya mendapatkan kepercayaan untuk memimpin Kalurahan Kalitekuk.
Lasimin menegaskan, amanah, transparansi, dan pengabdian menjadi prinsip yang ingin ia kedepankan dalam menjalankan pemerintahan kalurahan.
“Menjadi lurah adalah amanah, bukan sekadar jabatan. Kalau masyarakat memberikan kepercayaan kepada saya, amanah itu akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab, transparan dalam pemerintahan, dan mengabdi dengan sepenuh hati untuk masyarakat,” katanya.
Dorong Pemerintahan yang Terbuka
Salah satu hal yang menjadi perhatian Lasimin adalah pentingnya keterbukaan dalam penyelenggaraan pemerintahan kalurahan.
Menurutnya, masyarakat bukan hanya sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi juga memiliki hak untuk mengetahui arah kebijakan, program pembangunan, hingga penggunaan anggaran yang berkaitan dengan kepentingan warga.
“Prinsipnya pemerintahan harus terbuka. Masyarakat harus dilibatkan dan mengetahui proses pembangunan di kalurahan. Dengan keterbukaan, komunikasi dan kepercayaan antara pemerintah kalurahan dengan masyarakat dapat dibangun dengan baik,” ujarnya.
Ia juga berpandangan bahwa pembangunan Kalitekuk tidak cukup hanya diukur dari banyaknya pembangunan fisik. Pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi warga, peningkatan sumber daya manusia, serta terjaganya kerukunan sosial juga menjadi bagian penting dari pembangunan kalurahan.
“Pengabdian itu harus menyentuh kebutuhan masyarakat. Bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik, memiliki ruang untuk berkembang, dan merasa pemerintah hadir di tengah mereka,” kata Lasimin.
Serahkan Pilihan kepada Masyarakat
Meski memiliki pengalaman 32 tahun sebagai pamong, Lasimin menyadari bahwa pengalaman tersebut bukanlah jaminan otomatis untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat.
Menurutnya, masyarakat memiliki hak dan pertimbangan masing-masing dalam menentukan pemimpin Kalurahan Kalitekuk melalui proses pemilihan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Saya tidak ingin mengatakan bahwa pengalaman saya selama 32 tahun menjadi jaminan paling baik. Masyarakat tentu mempunyai pertimbangan sendiri. Saya hanya membawa pengalaman, niat, dan komitmen untuk mengabdi. Selebihnya masyarakat yang menentukan,” tuturnya.
Lasimin berharap seluruh tahapan Pemilihan Lurah Kalitekuk dapat berlangsung secara demokratis, aman, tertib, dan kondusif. Ia juga mengingatkan agar perbedaan pilihan tidak sampai mengganggu persaudaraan serta keguyuban warga.
“Siapa pun yang nantinya dipercaya masyarakat, yang terpenting Kalitekuk tetap rukun. Perbedaan pilihan adalah bagian dari demokrasi, tetapi persaudaraan dan kepentingan masyarakat harus tetap menjadi yang utama,” ujarnya.
Dengan pengalaman 32 tahun sebagai pamong, Lasimin kini membawa rekam pengabdian, pemahaman terhadap dinamika pemerintahan kalurahan, serta komitmen untuk membangun pemerintahan yang amanah dan transparan.
Sementara itu, kontestasi Pemilihan Lurah Kalitekuk menjadi momentum bagi masyarakat untuk mencermati visi, misi, rekam jejak, serta komitmen seluruh calon sebelum menentukan pilihan sesuai hati nurani.
(Red)

