Jumat, Agustus 14, 2026

Kasus Penelantaran Bayi di Rongkop Sebelumnya Sempat Menyita Perhatian Publik dan Memunculkan Beragam Respons Masyarakat

GUMUNGKIDUL – // www.RaiderNet.id // Penerapan kebijakan restorative justice (RJ) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungkidul dalam kasus penelantaran bayi di Kapanewon Rongkop dinilai sebagai langkah strategis dalam menjawab persoalan sosial yang kompleks. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada aspek hukum, tetapi juga pada pemulihan sosial dan perlindungan masa depan anak.

‎Melalui mekanisme penghentian penuntutan berbasis restorative justice, Kejari Gunungkidul memastikan perkara tersebut telah diselesaikan secara tuntas dengan mempertimbangkan nilai kemanusiaan, kondisi sosial pelaku, serta kepentingan terbaik bagi bayi sebagai korban.

‎Kasubsi Prapenuntutan Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Gunungkidul, Sulistyo Cahyo Ramadhan, S.H., menjelaskan bahwa sejak awal perkara telah ditangani sesuai prosedur hukum. Namun, setelah dilakukan penelitian mendalam terhadap berkas perkara, kejaksaan menilai pendekatan pemidanaan konvensional bukan satu-satunya solusi.

‎“Perkara penelantaran bayi di Rongkop telah kami tangani dan selanjutnya diselesaikan melalui mekanisme penghentian penuntutan berdasarkan restorative justice. Pengajuan tersebut telah disetujui karena memenuhi persyaratan,” ujar Sulistyo saat ditemui di Kantor Kejari Gunungkidul, Jumat (2/1/2026).

‎Menurutnya, restorative justice menjadi solusi sosial karena mampu menjawab akar persoalan, bukan sekadar memberikan hukuman. Dalam kasus ini, kejaksaan mempertimbangkan latar belakang pelaku, tekanan sosial yang dihadapi, serta upaya memastikan bayi mendapatkan masa depan yang lebih baik.

‎Sementara itu, Kasi Tindak Pidana Umum Kejari Gunungkidul, Raka Buntasing Panjongko, S.H., M.H.Li, menegaskan bahwa kebijakan penghentian penuntutan merupakan bagian dari transformasi penegakan hukum yang lebih humanis dan responsif terhadap realitas sosial.

‎“Restorative justice bukan berarti mengabaikan hukum, tetapi menjadikan hukum sebagai sarana pemulihan. Dalam perkara ini, yang paling penting adalah bagaimana bayi sebagai korban tetap mendapatkan perlindungan, perawatan, dan hak-haknya,” jelas Raka.

‎Ia menambahkan bahwa seluruh tahapan restorative justice telah dilaksanakan sesuai ketentuan, termasuk kesepakatan para pihak serta pengawasan dari pimpinan kejaksaan. Hal ini memastikan bahwa kebijakan tersebut tidak hanya berkeadilan secara sosial, tetapi juga memiliki legitimasi hukum yang kuat.

‎Kasus penelantaran bayi di Rongkop sebelumnya sempat menyita perhatian publik dan memunculkan beragam respons masyarakat. Melalui pendekatan restorative justice, Kejari Gunungkidul berharap penanganan perkara serupa ke depan dapat lebih mengedepankan penyelesaian yang menyentuh aspek sosial, kemanusiaan, dan keberlanjutan, tanpa mengesampingkan kepastian hukum.

Berita Lainnya  Dugaan Fee Miliaran di Balik Kerja Sama Laboratorium Prolanis Gunungkidul, Puluhan Saksi Disebut Telah Diperiksa

(Red)

BERITA TERATAS

Kunjungi Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN

Politik

Kemarau Mencekik, On The Rock Salurkan 100 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul

GUNUNGKIDUL — // www.Raider net.id // Di tengah ancaman kekeringan yang kembali menghantui sejumlah wilayah Gunungkidul, kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat diwujudkan melalui aksi...

Dugaan Fee Miliaran di Balik Kerja Sama Laboratorium Prolanis Gunungkidul, Puluhan Saksi Disebut Telah Diperiksa

‎GUNUNGKIDUL - // www.RaiderNet.id // Pertanyaan tentang sistem kerja sama pemeriksaan laboratorium dalam Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di sejumlah puskesmas Gunungkidul belum menemukan...

Prof. Sutan Nasomal Harapkan Presiden Prabowo Perintahkan Kemenlu dan Kemenaker Perjuangkan Kepulangan TKW asal Tangerang dari Libya

TANGERANG, BANTEN - // www.RaiderNet.id // Profesor Sutan Nasomal, S.H., M.H., berharap Presiden RI Prabowo Subianto segera mengambil langkah konkret untuk memastikan keselamatan dan...

Bupati Kendal Dukung Aksi Damai Peternak Ayam, Janji Teruskan Aspirasi ke Pemerintah Pusat

KENDAL — // www. RaiderNet.id // Ratusan peternak ayam petelur yang tergabung dalam elemen peternak rakyat menggelar aksi unjuk rasa damai di kawasan Alun-Alun...

Indonesia Hanya Jadi Penonton, Prof. Sutan Nasomal Dorong Presiden Bangun Roadmap Sepak Bola Agar Indonesia Tak Terus Tertinggal

JAKARTA - // www RaiderNet.id // Indonesia kembali dihadapkan pada sebuah ironi dalam peta persaingan sepak bola Asia Tenggara. Ketika Singapura, Thailand, Malaysia, dan...

BERITA PILIHAN

Peristiwa

Kemarau Mencekik, On The Rock Salurkan 100 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul

GUNUNGKIDUL — // www.Raider net.id // Di tengah ancaman kekeringan yang kembali menghantui sejumlah wilayah Gunungkidul, kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat diwujudkan melalui aksi...

Dugaan Fee Miliaran di Balik Kerja Sama Laboratorium Prolanis Gunungkidul, Puluhan Saksi Disebut Telah Diperiksa

‎GUNUNGKIDUL - // www.RaiderNet.id // Pertanyaan tentang sistem kerja sama pemeriksaan laboratorium dalam Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di sejumlah puskesmas Gunungkidul belum menemukan...

Prof. Sutan Nasomal Harapkan Presiden Prabowo Perintahkan Kemenlu dan Kemenaker Perjuangkan Kepulangan TKW asal Tangerang dari Libya

TANGERANG, BANTEN - // www.RaiderNet.id // Profesor Sutan Nasomal, S.H., M.H., berharap Presiden RI Prabowo Subianto segera mengambil langkah konkret untuk memastikan keselamatan dan...

Bupati Kendal Dukung Aksi Damai Peternak Ayam, Janji Teruskan Aspirasi ke Pemerintah Pusat

KENDAL — // www. RaiderNet.id // Ratusan peternak ayam petelur yang tergabung dalam elemen peternak rakyat menggelar aksi unjuk rasa damai di kawasan Alun-Alun...

Indonesia Hanya Jadi Penonton, Prof. Sutan Nasomal Dorong Presiden Bangun Roadmap Sepak Bola Agar Indonesia Tak Terus Tertinggal

JAKARTA - // www RaiderNet.id // Indonesia kembali dihadapkan pada sebuah ironi dalam peta persaingan sepak bola Asia Tenggara. Ketika Singapura, Thailand, Malaysia, dan...

TRENDING

Kemarau Mencekik, On The Rock Salurkan 100 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul

GUNUNGKIDUL — // www.Raider net.id // Di tengah ancaman kekeringan yang kembali menghantui sejumlah wilayah Gunungkidul, kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat diwujudkan melalui aksi...

Dugaan Fee Miliaran di Balik Kerja Sama Laboratorium Prolanis Gunungkidul, Puluhan Saksi Disebut Telah Diperiksa

‎GUNUNGKIDUL - // www.RaiderNet.id // Pertanyaan tentang sistem kerja sama pemeriksaan laboratorium dalam Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di sejumlah puskesmas Gunungkidul belum menemukan...

Prof. Sutan Nasomal Harapkan Presiden Prabowo Perintahkan Kemenlu dan Kemenaker Perjuangkan Kepulangan TKW asal Tangerang dari Libya

TANGERANG, BANTEN - // www.RaiderNet.id // Profesor Sutan Nasomal, S.H., M.H., berharap Presiden RI Prabowo Subianto segera mengambil langkah konkret untuk memastikan keselamatan dan...

Bupati Kendal Dukung Aksi Damai Peternak Ayam, Janji Teruskan Aspirasi ke Pemerintah Pusat

KENDAL — // www. RaiderNet.id // Ratusan peternak ayam petelur yang tergabung dalam elemen peternak rakyat menggelar aksi unjuk rasa damai di kawasan Alun-Alun...

Indonesia Hanya Jadi Penonton, Prof. Sutan Nasomal Dorong Presiden Bangun Roadmap Sepak Bola Agar Indonesia Tak Terus Tertinggal

JAKARTA - // www RaiderNet.id // Indonesia kembali dihadapkan pada sebuah ironi dalam peta persaingan sepak bola Asia Tenggara. Ketika Singapura, Thailand, Malaysia, dan...