GUNUNGKIDUL – // www.RaiderNet.id // Calon Lurah Kalitekuk, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul, Kasmanto, mulai memaparkan visi, misi, dan gagasan pembangunan yang ditawarkan kepada masyarakat dalam masa kampanye terbuka Pemilihan Lurah (Pilur) serentak, Senin (21/9/2026).
Di hadapan warga Kalitekuk, Kasmanto menegaskan bahwa pembangunan kalurahan tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik. Menurutnya, kemajuan Kalitekuk harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, pelayanan publik, pelestarian budaya, transparansi pemerintahan, serta keterlibatan warga.
Mengusung slogan “Bersama Kita Wujudkan Kalitekuk yang Maju, Sejahtera dan Penuh Kebersamaan”, Kasmanto menawarkan konsep kepemimpinan yang menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam setiap proses pembangunan.
Ia menyampaikan visi untuk mewujudkan Kalurahan Kalitekuk yang mandiri, sejahtera, berbudaya, transparan dan berdaya saing.
Menurut Kasmanto, pemerintah kalurahan tidak boleh berjalan sendiri. Komunikasi antara pemerintah dan masyarakat harus dibangun secara terbuka agar setiap kebijakan dan program pembangunan benar-benar dapat menjawab kebutuhan warga.
“Kalitekuk adalah milik kita bersama. Karena itu, membangun Kalitekuk juga harus dilakukan bersama-sama. Pemerintah kalurahan harus hadir untuk melayani masyarakat, mendengarkan aspirasi, dan menjalankan pembangunan secara terbuka,” kata Kasmanto dalam kampanye terbuka.
Melayani dengan Hati, Membangun dengan Kebersamaan
Salah satu gagasan yang diusung Kasmanto terangkum dalam semangat “Melayani dengan Hati, Membangun dengan Kebersamaan, Maju Berbudaya.”
Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat menjadi salah satu fondasi penting pemerintahan kalurahan. Warga yang membutuhkan pelayanan harus mendapatkan akses yang mudah, sikap yang ramah, serta pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan.
“Saya ingin pelayanan kepada masyarakat dilakukan dengan hati. Artinya, masyarakat yang datang harus mendapatkan pelayanan yang baik, ramah, dan sesuai dengan kebutuhan. Dalam pembangunan, saya juga ingin kebersamaan menjadi kekuatan utama,” ujarnya.
Tak hanya soal pelayanan, Kasmanto juga menempatkan budaya sebagai bagian dari arah pembangunan Kalitekuk. Ia menilai kemajuan sebuah kalurahan tidak semata-mata diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan masyarakat mempertahankan nilai budaya dan kehidupan sosial yang telah menjadi bagian dari identitas Kalitekuk.
Transparansi dan Partisipasi Masyarakat
Kasmanto juga menyoroti pentingnya transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan kalurahan.
Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui arah pembangunan, program yang dijalankan, serta bagaimana pemerintahan kalurahan mengelola berbagai potensi dan sumber daya yang dimiliki.
Transparansi tersebut, lanjut dia, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut melakukan pengawasan dan memberikan masukan terhadap jalannya pemerintahan.
“Kalurahan yang maju bukan hanya dilihat dari pembangunan fisiknya. Masyarakatnya juga harus sejahtera, budayanya tetap hidup, pemerintahannya transparan, dan memiliki daya saing. Semua itu membutuhkan kebersamaan dan partisipasi masyarakat,” katanya.
Kasmanto menyadari bahwa visi dan program yang ditawarkan tidak dapat diwujudkan hanya oleh seorang lurah. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah kalurahan, tokoh masyarakat, pemuda, kelompok perempuan, serta seluruh elemen warga.
Karena itu, semangat kebersamaan menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan Kasmanto dalam kampanye terbukanya.
Beda Pilihan, Tetap Bersaudara
Di tengah tahapan Pilur, Kasmanto juga mengajak masyarakat menjadikan proses demokrasi sebagai momentum untuk menentukan arah kepemimpinan Kalitekuk secara tertib dan bermartabat.
Ia menegaskan bahwa perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya memutus hubungan persaudaraan antarwarga.
“Pilihan boleh berbeda, tetapi persaudaraan harus tetap kita jaga. Siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah dari masyarakat, yang paling penting adalah Kalitekuk harus tetap rukun dan bersama-sama membangun kalurahan,” tutur Kasmanto.
Dengan visi mandiri, sejahtera, berbudaya, transparan dan berdaya saing, Kasmanto menawarkan gagasan kepemimpinan yang menempatkan pelayanan masyarakat, keterbukaan pemerintahan, pelestarian budaya, serta kebersamaan sebagai bagian dari arah pembangunan Kalitekuk ke depan.
Bagi Kasmanto, Pilur bukan sekadar memilih seorang pemimpin, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk bersama-sama menentukan masa depan Kalitekuk.
(Red)

