GUNUNGKIDUL – // www.RaiderNet.id // Semangat pengabdian kembali tumbuh di Kalurahan Bulurejo, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Subagyo, S.Pd., M.M., 63, putra daerah asal Dusun Keringan Lor, memutuskan pulang kampung dan maju sebagai calon Lurah Bulurejo.
Keputusan tersebut disebutnya lahir dari dorongan masyarakat serta restu keluarga. Setelah lama berkecimpung di dunia pendidikan dan pemerintahan, Subagyo ingin mengabdikan pengalaman, tenaga, dan pikirannya untuk membangun kampung halaman.
“Saya pulang ke kampung halaman di Keringan Lor dengan satu niat, ingin membangun Kalurahan Bulurejo untuk mengabdi kepada masyarakat dan negara,” ujar Subagyo saat ditemui di kediamannya.
Menurutnya, jabatan lurah bukan sekadar posisi atau kekuasaan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia bahkan memandang pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari ibadah.
Subagyo menegaskan, langkahnya mengikuti kontestasi pemilihan lurah bukan didorong ambisi pribadi. Ia menyebut pencalonannya merupakan hasil dorongan warga yang menginginkan sosok pemimpin berpengalaman dan dekat dengan masyarakat.
“Saya maju atas dorongan warga masyarakat dan alhamdulillah mendapat restu keluarga. Ini bukan ambisi pribadi, tetapi panggilan untuk melayani,” katanya.
Dengan pengalaman sebagai pendidik dan bekal manajerial yang dimilikinya, Subagyo berharap dapat membawa tata kelola pemerintahan kalurahan yang lebih terbuka, solid, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Dalam konsep pengabdiannya, Subagyo menempatkan tiga hal sebagai landasan utama, yakni ibadah dan pengabdian, kerja sama, serta transparansi.
Ia ingin memperkuat semangat gotong royong dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam proses pembangunan. Pemerintah kalurahan, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, pelaku usaha, hingga kelompok masyarakat lainnya diharapkan dapat berjalan bersama.
“Kalau nanti dipercaya menjadi lurah, saya akan membangun team work yang lebih bagus, jujur, dan transparan. Birokrasi harus cepat, tepat, serta dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Selain penguatan tata kelola pemerintahan, pembangunan bersama juga menjadi perhatian. Subagyo menyebut pemberdayaan UMKM, peningkatan infrastruktur dusun, pendidikan, pelestarian budaya lokal, serta penguatan nilai-nilai keagamaan sebagai sejumlah bidang yang perlu mendapat perhatian.
“Kalurahan ini adalah rumah kita bersama. Mari kita bangun bersama-sama,” ajaknya.
Bagi Subagyo, keputusan pulang kampung bukan sekadar kembali ke tempat kelahiran. Ia ingin membawa pengalaman yang diperolehnya selama mengabdi di dunia pendidikan dan pemerintahan untuk diberikan kembali kepada masyarakat Bulurejo.
Usia 63 tahun, menurutnya, bukan menjadi penghalang untuk terus berkarya. Justru pengalaman dan kematangan dinilai menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai persoalan pemerintahan dan pembangunan di tingkat kalurahan.
Niat Subagyo tersebut mendapat sambutan dari masyarakat Keringan Lor dan warga Bulurejo. Harapannya, proses pencalonan tersebut dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk mewujudkan Bulurejo yang semakin mandiri, transparan, sejahtera, dan mampu berkembang dengan tetap mempertahankan nilai gotong royong serta budaya lokal.
(Red)

