Kamis, Oktober 1, 2026

PROF SUTAN NASOMAL : NEGARA BISA KOLEP AKIBAT ORANG SAKIT JIWA STRES DIBERIKAN JABATAN PENTING

JAKARTA – // www.RaiderNet.id // Prof Dr Sutan Nasomal SH MH Agar Negara Bisa Maju Maka Seleksi Pejabat Sakit Jiwa atau Stres Pecat Saja dan Presiden Harus Hadir Menengahi,Pakar Kejiwaan harus disertakan Presiden RI Jendral TNI Haji Bapak Prabowo Subianto menyeleksi ulang pejabat tinggi negara para menteri agar yang mengidap baik gejala kejiwaan maupun sakit jiwa dicabut atau pecat saja jangan menimbulkan keresahan di masyarakat.Jelas Prof Dr KH Sutan Nasomal SH MH PakarHukum Internasional menjawab materi pertanyaan para pemimpin Redaksi media cetak dan online di kantornya Markas Partai Oposisi Merdeka di jakarta 3/11/2025 via telpon selulernya.

Bahkan menurutnya sebaiknya negara menggandeng tokoh lintas agama terutama, Para pakar ke jiwaan harusnya di libatkan dalam berjalannya sistem ke negaraan atau kerajaan serta dalam penegakkan hukum di Negara atau Kerajaan manapun.

Karena persoalan terjadi di pemerintahan akibat orang sakit jiwa di berikan jabatan penting.
Prof DR KH Sutan Nasomal SH,MH menyampaikan kepada media bahwa : Kasus kasus korupsi di banyak negara di dunia adalah di lakukan oleh pejabat yang memiliki posisi penting dalam jabatannya. Padahal pejabat tersebut berpendidikan tinggi atau tidak di ragukan lagi keahliannya seperti S2 atau DR atau PROFESOR. Bahkan orang orang yang memiliki agama dan sangat religi bisa juga melakukan korupsi karena jiwanya sudah terpapar sakit.

Berita Lainnya  Paguyuban Jogjess Salurkan 21 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul yang Dilanda Kekeringan

para pelaku korupsi di negara banyak di lakukan oleh orang orang yang berpendidikan sangat bagus, Di lakukan dengan sadar dan tidak merasa takut bersalah.

Perjalanan sistem di negara manapun selalu tidak melibatkan para pakar kejiwaan ketika PEMILU dan pembentukan para pembantu dari pemimpin atau Presiden serta para Raja.
Sehingga kejiwaan para pelaksana di pemerintah lepas dari pengawasan.

Maka terjadilah perkumpulan tikus yang bermain main di semua lini atau alur dalam sistem negara atau kerajaan. Tidak sedikit ditemukan para manusia sakit jiwa ini melakukan korupsi berjamaah dan melibatkan para pejabat penting lain.

Sangat licin dan licik para tikus koruptor ini. Tidak mau bermain tunggal. Manusia tidak waras melibatkan manusia waras karena terpaksa atau takut di intimidasi oleh atasannya yang sakit jiwa dan senang korupsi. Bagi yang tidak menurut akan di geser tentunya. Orang sakit jiwa yang memiliki jabatan penting perasaannya peka dan sensitif. Lebih peka dari para pencandu narkotika. Maka mudah merasa terancam pikirannya dan merasa tidak nyaman bila tidak didukung berbuat negative oleh para rekan rekannya.

Berita Lainnya  Viral di Medsos, Pedagang Keluhkan Dugaan Pungutan Saat Berjualan di Alkid Jogja

Bahkan oknum koruptor tidak saja di permainan mengeruk uang receh tetapi banyak yang mengeruk uang dengan jumlah ribuan trilyun. Oknum aparat penegak hukum dari pejabat penting juga banyak yang sakit jiwa sehingga bisa di baca dengan kasat mata.

Prof DR KH Sutan Nasomal SH,MH menyampaikan : Contoh oknum pejabat penegak hukum gajinya hanya 5 juta perbulan tetapi bisa memiliki kekayaan ratusan milyar dalam bentuk tabungan atau memiliki aset sampai di atas 10 trilyun. Bisa kaya dengan cara tidak wajar adalah para pelaku orang sakit jiwa yang diberikan jabatan. Standar gaji para pejabat dan para bawahannya mudah di akses. Kekayaannya yang tidak normal bisa di lihat dengan mudah, jawab Prof Dr KH Sutan Nasomal SH MH Pakar Hukum Internasional tuturnya.

Prof DR KH Sutan Nasomal SH,MH menganalisa orang sakit jiwa beneran sehingga halunisasi dalam pikirannya 24 jam menghinggapi rasanya. Tidak sadar kalau sudah berbaju kumuh. Sering kencing dan BAB dipakaiannya yang berbulan bulan tidak di ganti atau hidup dijalanan dan tidak ingat dimana rumahnya. Sudah tidak paham bagaimana cara hidup yang benar. Akibat kejiwaan kemanusiaannya yang sehat sudah rusak akibat hilangnya kesadaran serta rasa malunya hilang. Maka itu sakit jiwa umum yang masih standar.

Berita Lainnya  Proyek Pembangunan Kapanewon Turi Tahap II Disorot, Nilai Kontrak Tak Terpampang hingga Dugaan Material Bata Bermasalah

Sakit jiwa khusus adalah orang orang cerdas dan memiliki ilmu yang tinggi serta kesadaran yang baik tetapi merasa nyaman berbuat salah dan sangat menikmati permainannya sebagai tikus koruptor. Tidak merasa bersalah uang negara yang berasal dari rakyat di kuras habis untuk memperkaya dirinya dengan cara cara korupsi kolusi nepotisme.
Negara sehat dan kaya juga bisa kolep atau bangkrut bila banyak pejabatnya yang sakit jiwa memegang posisi jabatan penting.

Presiden atau para raja harus membangun dewan pengawas dan kode etik yang melibatkan para ahli kejiwaan agar selalu presiden menerima laporan penting bila ada pejabat yang memiliki sakit jiwa yang berat tetapi tidak terlihat. Karena gaya hidupnya menutupi penyakitnya. Pisikopat atau penyakit jiwa kusus ini sering di idap oleh para pejabat koruptor yang memiliki jabatan penting.

Semoga belum terlambat untuk di benahi dan di libatkan para ahli jiwa untuk menjaga Negara Indonesia

Narasumber : Prof DR KH Sutan Nasomal SH,MH Pakar Hukum Internasional, Ekonom Juga Presiden Partai Oposisi Merdeka dan Jenderal Kompii serta Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS Jakarta.

BERITA TERATAS

Paguyuban Jogjess Salurkan 21 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul yang Dilanda Kekeringan

GUNUNGKIDUL - //www.RaiderNet .id // Kepedulian terhadap warga yang tengah menghadapi kesulitan air bersih kembali ditunjukkan Paguyuban Jogjess. Kelompok yang beranggotakan para sopir truk lintas...

Kunjungi Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN

Politik

Proyek Pembangunan Kapanewon Turi Tahap II Disorot, Nilai Kontrak Tak Terpampang hingga Dugaan Material Bata Bermasalah

SLEMAN -  // www.RaiderNet.id // Pembangunan gedung Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, tahap II yang dikerjakan oleh PT Setiya Budi Santosa menjadi sorotan. Sejumlah hal...

Paguyuban Jogjess Salurkan 21 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul yang Dilanda Kekeringan

GUNUNGKIDUL - //www.RaiderNet .id // Kepedulian terhadap warga yang tengah menghadapi kesulitan air bersih kembali ditunjukkan Paguyuban Jogjess. Kelompok yang beranggotakan para sopir truk lintas...

Diduga Dianiaya Sekelompok Orang di Pantai Sarangan, Pimpinan Redaksi LenteraNews Jalani Visum

GUNUNGKIDUL - www.RaiderNet.id // Seorang pria, Barli Kristiyono (50), diduga menjadi korban kekerasan oleh sekelompok orang di kawasan Pantai Sarangan, Padukuhan Bruno, Kalurahan Ngestirejo,...

Prof Sutan Nasomal Soroti Penegakan Hukum di Era Pemerintahan Prabowo

JAKARTA - // www.RaiderNet.id Penegakan hukum dan pemberantasan korupsi kembali menjadi sorotan di tengah dinamika politik nasional. Sejumlah pejabat pemerintahan dan kepala daerah terseret...

Bumkal Sidorejo Disorot, Dana Rp200 Juta Dipertanyakan Bamuskal

GUNUNGKIDUL - // www.RaiderNet.id // Pengelolaan Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal) Sidorejo, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, menjadi sorotan. Pasalnya, dana sekitar Rp200 juta yang...

BERITA PILIHAN

Peristiwa

Proyek Pembangunan Kapanewon Turi Tahap II Disorot, Nilai Kontrak Tak Terpampang hingga Dugaan Material Bata Bermasalah

SLEMAN -  // www.RaiderNet.id // Pembangunan gedung Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, tahap II yang dikerjakan oleh PT Setiya Budi Santosa menjadi sorotan. Sejumlah hal...

Paguyuban Jogjess Salurkan 21 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul yang Dilanda Kekeringan

GUNUNGKIDUL - //www.RaiderNet .id // Kepedulian terhadap warga yang tengah menghadapi kesulitan air bersih kembali ditunjukkan Paguyuban Jogjess. Kelompok yang beranggotakan para sopir truk lintas...

Diduga Dianiaya Sekelompok Orang di Pantai Sarangan, Pimpinan Redaksi LenteraNews Jalani Visum

GUNUNGKIDUL - www.RaiderNet.id // Seorang pria, Barli Kristiyono (50), diduga menjadi korban kekerasan oleh sekelompok orang di kawasan Pantai Sarangan, Padukuhan Bruno, Kalurahan Ngestirejo,...

Prof Sutan Nasomal Soroti Penegakan Hukum di Era Pemerintahan Prabowo

JAKARTA - // www.RaiderNet.id Penegakan hukum dan pemberantasan korupsi kembali menjadi sorotan di tengah dinamika politik nasional. Sejumlah pejabat pemerintahan dan kepala daerah terseret...

Bumkal Sidorejo Disorot, Dana Rp200 Juta Dipertanyakan Bamuskal

GUNUNGKIDUL - // www.RaiderNet.id // Pengelolaan Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal) Sidorejo, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, menjadi sorotan. Pasalnya, dana sekitar Rp200 juta yang...

TRENDING

Proyek Pembangunan Kapanewon Turi Tahap II Disorot, Nilai Kontrak Tak Terpampang hingga Dugaan Material Bata Bermasalah

SLEMAN -  // www.RaiderNet.id // Pembangunan gedung Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, tahap II yang dikerjakan oleh PT Setiya Budi Santosa menjadi sorotan. Sejumlah hal...

Paguyuban Jogjess Salurkan 21 Tangki Air Bersih untuk Warga Gunungkidul yang Dilanda Kekeringan

GUNUNGKIDUL - //www.RaiderNet .id // Kepedulian terhadap warga yang tengah menghadapi kesulitan air bersih kembali ditunjukkan Paguyuban Jogjess. Kelompok yang beranggotakan para sopir truk lintas...

Diduga Dianiaya Sekelompok Orang di Pantai Sarangan, Pimpinan Redaksi LenteraNews Jalani Visum

GUNUNGKIDUL - www.RaiderNet.id // Seorang pria, Barli Kristiyono (50), diduga menjadi korban kekerasan oleh sekelompok orang di kawasan Pantai Sarangan, Padukuhan Bruno, Kalurahan Ngestirejo,...

Prof Sutan Nasomal Soroti Penegakan Hukum di Era Pemerintahan Prabowo

JAKARTA - // www.RaiderNet.id Penegakan hukum dan pemberantasan korupsi kembali menjadi sorotan di tengah dinamika politik nasional. Sejumlah pejabat pemerintahan dan kepala daerah terseret...

Bumkal Sidorejo Disorot, Dana Rp200 Juta Dipertanyakan Bamuskal

GUNUNGKIDUL - // www.RaiderNet.id // Pengelolaan Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal) Sidorejo, Kapanewon Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, menjadi sorotan. Pasalnya, dana sekitar Rp200 juta yang...