Kamis, Oktober 8, 2026

Tepuk Tangan yang Mengaburkan Pandangan

RELIGI
Oleh: Ummafidz
“Janganlah kamu berjalan di bumi dengan angkuh, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman: 18).

Tepuk tangan kadang lebih berbahaya daripada hujatan. Pujian yang terus-menerus diterima dapat menutup mata hati, membuat seseorang merasa berada di puncak kekuasaan yang tak tergoyahkan.

Padahal, setiap jabatan hanyalah titipan singkat, setiap penghormatan hanyalah ujian.

Ada pemimpin yang lupa bahwa singgasana dibangun dari keringat banyak tangan, bukan dari bentakan atau amarah. Ia merasa tinggi dengan merendahkan orang lain, lupa menghargai mereka yang pernah membantunya meraih kekuasaan.

Orang-orang yang berjuang di sisinya, yang turut membantu proses panjang mencapai posisi tersebut, tiba-tiba diabaikan dan dilupakan setelah puncak kekuasaan tercapai.

Berita Lainnya  Tiga Bulan Dilaporkan, Dugaan Persetubuhan Anak di Bawah Umur di Yogyakarta Belum Berujung Kejelasan Hukum

Pujian dunia datang dan mengaburkan pandangan, hingga ia merasa bisa berdiri sendiri. Sementara di sekelilingnya, orang-orang rakus sibuk menimbun harta dan kepentingan, seolah kekuasaan adalah ladang untuk memuaskan nafsu, bukan amanah untuk menebar kebaikan.

Sejarah telah berulang kali mengingatkan kita. Qarun pernah tenggelam dalam kesombongan karena kekayaannya.

Ia berkata dengan angkuh:

“Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku.” (QS. Al-Qashash: 78).

Namun, semua itu lenyap saat bumi menelannya beserta harta yang ia banggakan.

Berita Lainnya  Prof Sutan Nasomal Soroti Penegakan Hukum di Era Pemerintahan Prabowo

Fir’aun pun demikian, merasa dirinya paling berkuasa, bahkan mengaku sebagai tuhan. Tetapi keangkuhannya berakhir di dasar lautan.

Berbeda dengan para nabi yang justru memandang penghargaan dan kekuasaan sebagai ujian keikhlasan.

Nabi Yusuf ‘alaihissalam, saat diangkat menjadi penguasa Mesir, tidak mabuk tepuk tangan. Ia justru berdoa:

“Ya Tuhanku, Engkaulah pelindungku di dunia dan di akhirat. Wafatkanlah aku dalam keadaan muslim dan gabungkanlah aku dengan orang-orang saleh.” (QS. Yusuf: 101).

Nabi Sulaiman ‘alaihissalam, dengan segala kebesaran kerajaannya, berkata:

“Ini adalah karunia dari Tuhanku untuk mengujiku, apakah aku bersyukur atau kufur.” (QS. An-Naml: 40).

Kekuasaan sejati tidak diukur dari seberapa keras seorang pemimpin bisa memarahi, tetapi dari seberapa dalam ia mampu merangkul.

Berita Lainnya  Bumkal Sidorejo Disorot, Dana Rp200 Juta Dipertanyakan Bamuskal

Kemuliaan bukan terletak pada banyaknya sanjungan, melainkan pada kesediaan untuk merendahkan hati di hadapan rakyat dan Tuhannya.

Tepuk tangan bisa mengaburkan pandangan. Ia bisa membuat seseorang buta terhadap kekurangan sendiri, merasa tak perlu belajar, dan mengira dirinya pusat kebenaran.

Padahal, yang sejati adalah ketika seorang pemimpin mampu menundukkan ego, mengakui kelemahan, dan menghargai setiap orang yang pernah berjuang bersamanya.

Ketika dunia berhenti bertepuk tangan, hanya hati yang bersih dan amal yang tulus yang akan tetap berdiri tegak di hadapan-Nya.

BERITA TERATAS

Kunjungi Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN

Politik

Hasil Tangkapan Nelayan Baron Langsung Diserap Pedagang Luar, Warga Minta Sistem Distribusi Lebih Adil

GUNUNGKIDUL - // www RaiderNet.id // Persoalan akses masyarakat terhadap hasil tangkapan nelayan kembali menjadi perhatian di kawasan Pantai Baron, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul....

Prof Sutan Nasomal Harap Presiden Perintahkan Pengawasan Kasus Said Muchtar, Soroti Putusan Pengadilan Tinggi Aceh

JAKARTA - // www.RaiderNet.id // Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H., Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID), meminta Presiden Republik Indonesia memberikan...

Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal: Sertifikasi Wartawan Tak Hanya UKW, BNSP Diakui Negara

JAKARTA - // www.RaiderNet.id // Dinamika mengenai sertifikasi kompetensi wartawan kembali menjadi perhatian. Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H., Tokoh Pers dan Pakar...

Prof. Sutan Nasomal Dorong Kapolri Suyudi “Bersih-Bersih” Polri: Jangan Ada Lagi Laporan Masyarakat yang Mandek

JAKARTA - // www.RaiderNet.id // Harapan terhadap pembenahan institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali disuarakan Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H. Ia berharap...

Proyek Pembangunan Kapanewon Turi Tahap II Disorot, Nilai Kontrak Tak Terpampang hingga Dugaan Material Bata Bermasalah

SLEMAN -  // www.RaiderNet.id // Pembangunan gedung Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, tahap II yang dikerjakan oleh PT Setiya Budi Santosa menjadi sorotan. Sejumlah hal...

BERITA PILIHAN

Peristiwa

Hasil Tangkapan Nelayan Baron Langsung Diserap Pedagang Luar, Warga Minta Sistem Distribusi Lebih Adil

GUNUNGKIDUL - // www RaiderNet.id // Persoalan akses masyarakat terhadap hasil tangkapan nelayan kembali menjadi perhatian di kawasan Pantai Baron, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul....

Prof Sutan Nasomal Harap Presiden Perintahkan Pengawasan Kasus Said Muchtar, Soroti Putusan Pengadilan Tinggi Aceh

JAKARTA - // www.RaiderNet.id // Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H., Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID), meminta Presiden Republik Indonesia memberikan...

Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal: Sertifikasi Wartawan Tak Hanya UKW, BNSP Diakui Negara

JAKARTA - // www.RaiderNet.id // Dinamika mengenai sertifikasi kompetensi wartawan kembali menjadi perhatian. Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H., Tokoh Pers dan Pakar...

Prof. Sutan Nasomal Dorong Kapolri Suyudi “Bersih-Bersih” Polri: Jangan Ada Lagi Laporan Masyarakat yang Mandek

JAKARTA - // www.RaiderNet.id // Harapan terhadap pembenahan institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali disuarakan Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H. Ia berharap...

Proyek Pembangunan Kapanewon Turi Tahap II Disorot, Nilai Kontrak Tak Terpampang hingga Dugaan Material Bata Bermasalah

SLEMAN -  // www.RaiderNet.id // Pembangunan gedung Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, tahap II yang dikerjakan oleh PT Setiya Budi Santosa menjadi sorotan. Sejumlah hal...

TRENDING

Hasil Tangkapan Nelayan Baron Langsung Diserap Pedagang Luar, Warga Minta Sistem Distribusi Lebih Adil

GUNUNGKIDUL - // www RaiderNet.id // Persoalan akses masyarakat terhadap hasil tangkapan nelayan kembali menjadi perhatian di kawasan Pantai Baron, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul....

Prof Sutan Nasomal Harap Presiden Perintahkan Pengawasan Kasus Said Muchtar, Soroti Putusan Pengadilan Tinggi Aceh

JAKARTA - // www.RaiderNet.id // Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H., Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID), meminta Presiden Republik Indonesia memberikan...

Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal: Sertifikasi Wartawan Tak Hanya UKW, BNSP Diakui Negara

JAKARTA - // www.RaiderNet.id // Dinamika mengenai sertifikasi kompetensi wartawan kembali menjadi perhatian. Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal, S.H., M.H., Tokoh Pers dan Pakar...

Prof. Sutan Nasomal Dorong Kapolri Suyudi “Bersih-Bersih” Polri: Jangan Ada Lagi Laporan Masyarakat yang Mandek

JAKARTA - // www.RaiderNet.id // Harapan terhadap pembenahan institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali disuarakan Prof. Dr. Sutan Nasomal, S.H., M.H. Ia berharap...

Proyek Pembangunan Kapanewon Turi Tahap II Disorot, Nilai Kontrak Tak Terpampang hingga Dugaan Material Bata Bermasalah

SLEMAN -  // www.RaiderNet.id // Pembangunan gedung Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, tahap II yang dikerjakan oleh PT Setiya Budi Santosa menjadi sorotan. Sejumlah hal...