GUNUNGKIDUL – // www.RaiderNet.id // Kepedulian terhadap warga yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan ditunjukkan Forum Komunikasi Jogja Raya (FKJR) Gunungkidul. Dalam dua hari terakhir, FKJR bergerak menyalurkan bantuan air bersih ke tiga kapanewon, yakni Tepus, Ponjong, dan Nglipar.
Hingga Sabtu (10/10/2026), sebanyak enam tangki air bersih telah didistribusikan kepada masyarakat. Tak berhenti sampai di situ, FKJR telah menyiapkan tambahan 14 tangki air bersih yang direncanakan disalurkan pada hari berikutnya untuk menjangkau warga di wilayah yang masih mengalami kesulitan air.
Kegiatan kemanusiaan tersebut dipimpin langsung Komando FKJR Gunungkidul, Gineng Anugrah. Dalam penyaluran bantuan di Kapanewon Ponjong, jajaran Polsek Ponjong turut mendampingi dan mengawal proses distribusi guna memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Gineng Anugrah mengatakan, penyaluran bantuan air bersih merupakan bentuk kepedulian FKJR terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan. Menurutnya, kerja sama berbagai elemen menjadi faktor penting agar bantuan dapat menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.
“Kehadiran kami merupakan bentuk kepedulian terhadap warga yang saat ini kesulitan mendapatkan akses air bersih. Kami menyadari bahwa sinergi antar-elemen masyarakat sangat diperlukan agar bantuan dapat diterima tepat sasaran dan aman selama pendistribusiannya,” ujar Gineng.
Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Gunungkidul berdampak langsung terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Sejumlah sumber mata air dilaporkan mengering, sementara debit air sumur warga mengalami penurunan sehingga persediaan air untuk kebutuhan sehari-hari semakin terbatas.
Dalam kondisi tersebut, bantuan air bersih menjadi salah satu upaya untuk meringankan beban warga, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.
FKJR Gunungkidul menegaskan komitmennya untuk melanjutkan kegiatan sosial tersebut dengan memperluas jangkauan distribusi sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.
Penyaluran bantuan ini sekaligus menjadi wujud kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dan aparat keamanan dalam membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan.
Keterlibatan unsur TNI dan Polri diharapkan dapat memperkuat koordinasi, menjaga kelancaran distribusi, serta memastikan bantuan tersalurkan secara tertib kepada warga sasaran.
Melalui aksi nyata tersebut, FKJR berharap bantuan air bersih tidak sekadar meringankan kesulitan warga untuk sementara waktu, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Di tengah keterbatasan air bersih, sinergi berbagai pihak menjadi penting agar kebutuhan dasar masyarakat tetap mendapat perhatian dan warga yang terdampak kekeringan tidak menghadapi persoalan ini sendirian.
(Red/Supri)

